Konawe Utara. Sultraupdate. Id- Koalisi Rakyat Konawe Utara Untuk Keadilan Tambang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Utara, khususnya kepada Wakil Bupati H. Abuhaera, S. Sos., M.Si dan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Penghargaan ini diberikan atas perhatian dan tindakan nyata Pemda terhadap persoalan pemecatan karyawan secara sepihak oleh perusahaan, serta terhadap proses perekrutan tenaga kerja lokal yang terjadi baru-baru ini.
Kunjungan resmi dari pihak pemerintah daerah berlangsung pada Selasa, 26 Agustus 2025, di kantor PT Putra Perkasa Abadi (PPA). Dalam pertemuan tersebut, berbagai dinamika ketenagakerjaan dibahas, termasuk penyelesaian kasus pemecatan dan peluang kerja baru bagi masyarakat lokal.
Tak hanya kepada pemerintah daerah, Koalisi juga memberikan dukungan kepada PT Putra Perkasa Abadi atas kebijakan progresif yang diambil dalam merespons kasus ini. Perusahaan, dalam proses yang sarat dengan perdebatan dan argumentasi, sebelumnya menutup kesempatan bagi karyawan yang dianggap melakukan kesalahan fatal serta warga yang tidak lolos seleksi. Namun, dengan mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan dan pendekatan yang bijaksana, PT PPA akhirnya membuka kembali peluang bagi mereka untuk bekerja. Langkah ini dinilai sangat langka, apalagi dalam industri pertambangan yang dikenal keras dan kompetitif.
Koordinator Koalisi, Hendrik, mengungkapkan rasa hormat dan terima kasih atas keputusan tersebut:
“Saya secara pribadi merasa bangga dan berterima kasih. Kebijakan yang diambil PT Putra Perkasa Abadi adalah kebijakan yang sangat luar biasa, bahkan belum pernah dilakukan sebelumnya. Langkah ini bukan hanya soal bisnis, tetapi tentang nilai kemanusiaan dan keadilan. Kami berharap perusahaan lain di Konawe Utara bisa menjadikan ini sebagai contoh.”
Selain itu, Koalisi memberikan apresiasi khusus kepada PT Indos Cakra Mandiri (ICM), perusahaan penyedia tenaga kerja, yang secara terbuka mengakui kesalahan dalam prosedur pemecatan karyawan melalui pesan WhatsApp. Pengakuan ini dinilai sebagai wujud koreksi internal yang penting, sekaligus menunjukkan komitmen untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan agar lebih manusiawi dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Peran PT Makmur Lestari Primatama (MLP), sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP), juga dinilai sangat penting. PT MLP dinilai turut memberikan pertimbangan konstruktif dan penguatan selama proses penyelesaian masalah berlangsung. Keberadaan mereka memastikan bahwa keputusan yang diambil PT PPA tetap sejalan dengan semangat tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat lokal.
Koalisi menegaskan bahwa sinergi antara ketiga perusahaan PT PPA, PT ICM, dan PT MLP merupakan bukti nyata bahwa dunia usaha dapat mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan tanpa mengabaikan keberlangsungan bisnis.
Lebih dari itu, Koalisi melihat momentum ini sebagai pijakan awal menuju hubungan yang lebih sehat antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Bahwa, dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan kemanusiaan, aktivitas pertambangan bisa berjalan beriringan dengan kesejahteraan rakyat.
Sebagai penutup, Koalisi Rakyat Konawe Utara Untuk Keadilan Tambang menegaskan kembali komitmennya untuk terus menjadi mitra yang kritis, korektif, dan suportif terhadap perusahaan-perusahaan yang beritikad baik. Mereka menekankan bahwa kehadiran Koalisi bukan untuk menentang perusahaan, melainkan untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya alam berjalan adil dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat lokal, tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan martabat.







Komentar