Tim Ekspedisi Patriot ITS Gelar Fokus Group Discussion (FGD) Evaluasi Hasil Riset Wilayah Transmigrasi di Konsel

Kendari, Sultraupdate.id – Dalam rangka Pelaporan Akhir dan Evaluasi Rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot (ITS) institut Teknologi Sepuluh November menggelar Fokus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Menata kembali Strategi Pembangunan Wilayah Transmigrasi Evaluasi Infrastruktur dan Potensi Komoditas Unggulan, Kamis, (13/11/2025) bertempat di Aula Wawonii Hotel D’blitz Kendari.

Kwtgam : sesi diskusi antara tim ekspedisi dan pihak masyarakat transmigrasi.

Kegiatan kolaborasi ini di gelar atas kerjasama dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dengan Kementerian Transmigrasi yang terlibat dari tim gabungan dosen, dan mahasiswa yang telah melakukan riset dan penelitian selama 4 (empat) bulan dalam rangka menindaklanjuti program kementerian transmigrasi di kawasan transmigrasi Kecamatan Kolono dan Moramo Konawe Selatan.

Dalam kegiatan itu salah satu dari Tim ekspedisi Patriot ITS Usqi Syakhaka Billah Alumni Fisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menjelaskan  bahwa yang menjadi fokus dalam riset ekspedisi bagaimana memotret terkait ketersediaan infrastruktur mulai dari jalan dan kejelasan infrastruktur lain nya ini yang akan menjadi fokus kami

“Setelah kegiatan ekspedisi ini kami lanjutkan dengan FGD sepeti yang hari ini sudah terlaksana sebagai bahan laporan kami ke kementerian transmigrasi dari hasil evaluasi.”Jelasnya.

Screenshot

Kata usqi FGD yang digelar merupakan ruang evaluasi juga menjadi ruang pengcocokan dari hasil lapangan dan rekomendasi masyarakat transmigrasi khususnya di kawasan kolono

“Agar datanya lebih terintegrasi kami gelar yang namanya Focus Group Discussion (FGD) sebetulnya untuk validasi apakah temuan kami dilapangan dengan hasil analisa itu sudah sesuai.” Ujarnya

BACA JUGA :  KPU Konut Menerima Sebanyak 1.040 Bilik Suara 

Usqi menambahkan terkait hasil rekomendasi yang disampaikan beberapa perwakilan OPD dan masyarakat transmigrasi akan dikembalikan kepada kementerian dan instansi terkait di kabupaten apakah tinjauan dan rekomendasi itu akan digunakan atau tidak.

“Dari hasil tinjauan kami terdapat di berapa wilayah UPT Kami menemukan adanya infrastruktur yang kurang memadai jalan yang masih jauh dari kata layak sehingga inilah yang menjadi alasan kami untuk menjadikan laporan dari hasil evaluasi.”Pungkasnya

Sementara itu peserta FGD yang berasal dari masyarakat transmigrasi yang berasal dari kecamatan moramo Konawe selatan, Dewa Made Budiawan Masyarakat Trans Desa Wawondengi mengaku bangga atas kehadiran tim ekspedisi transmigrasi dan tim akademisi dari perguruan tinggi ITS

“Kami senang sekali bisa dikunjungi dan dijadikan tempat penelitian dan observasi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang datang lengkap dari dosen, dan mahasiswa. Tentu memberikan manfaat dan inspirasi bagi kami masyarakat trans, “Ungkap Budiawan

Budiawan berharap semogah dengan kegiatan ini menjadi acuan bagi pelaksana kegiatan untuk menyampaikan keluhan kami masyarakt transmigrasi di pusat sebagai masyarakat transmigrasi berharap adanya perhatian khusus.

“kami berharap dengan adanya tim ekspedisi ini bisa memberikan asas manfaat terutama keadaan masyarakat terutama dengan konflik konflik yang ada itu agar segera di tuntaskan”Harapnya.

BACA JUGA :  Koalisi Rakyat Konut Serukan Penegakan Hukum Tegas: Tambang Ilegal Harus Disikat, Bukan Hanya Yang Kecil!

Terutama kata Budiawan, di daerah kami masih banyak konflik lahan sengketa tanah kejelasan kepemilikan sertifikat kami belum jelas agar kiranya ini menjadi perhatian untuk diberikan solusi.

“kami ingin ada solusi dari pihak pemerintah melalui tim ekspedisi ini bisa menyampaikan ke pusat terutama terkait instrastruktur dan agraria menjadi pin penting rekomendasi di pusat untuk memberikan kejelasan. “Tegas dia menyampaikan.

Senada apa yang disampaikan dari Ujang Kadiana, aktivis pejuang konflik agraria sekaligus perwakilan masyarakat transmigrasi dari desa amohola menyampaikan aspirasi bagi masyarakat terkait kejelasan lahan yang belum tersertifikasi konflik lahan yang tidak terselesaikan sampai sekarang

“Dengan tegas mewakili warga trans saya meminta untuk di sampaikan menjadi rekomendasi ke pusat terkait konflik lahan agraria di wilayah UPT bahkan kalau bisa langsung kepada presiden kita”Tegas nya.

Kegiatan FGD ini di buka sesi tanya jawab interaktif yang di kordinir oleh Alumni ITS, Adi putra Riski Alumni Program studi Bilologi beberapa perwakilan OPD yang hadir dan juga  warga transmigrasi menyampaikan aspirasi rekomendasi yang perlu di perjuangkan tim ekspedisi untuk disampaikan ke pihak-pihak terkait.

Untuk diketahui kegiatan tersebut di hadiri oleh Dinas PU, Dinas peternakan, camat landoono, camat moramo, perwakilan dari Disnakertrans Sultra dan beberapa OPD yang sempat hadir

Komentar