Kendari, Sultraupdate.id – Ketua Umum Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari untuk serius dalam menindaklanjuti laporan dugaan percobaan penikaman yang menimpa salah satu kadernya yang terjadi pada saat pelaksanaan Kongres Senat Mahasiswa (Sema) yang diselenggarakan di kampus IAIN Kendari pada Senin 23/12/2024 malam hari.
Korban yang diketahui merupakan salah satu kader OASIS Sultra ini, menjadi sasaran percobaan penikaman yang dilakukan oleh oknum mahasiswa IAIN Kendari yang saat ini masih menjadi buronan.
Ketua Umum OASIS Sultra, Awal Hidayat, meminta dan mendesak pihak Kapolresta kendari untuk serius dalam memproses kasus tersebut sesuai dengan penegakan supremasi hukum yang berlaku.
“Dengan tegas saya meminta kepada pihak Polresta kendari untuk serius dalam memproses kasus ini jangan ada kesan pembiaran karena ini merupakan tindakan yang tidak dibenarkan oleh hukum untuk itu penanganannya harus benar benar di seriusi ”Pintanya dengan tegas
Lanjut awal, Dengan tegas saya mengecam insiden kekerasan yang menimpa kader kami karena itu pihak kepolisian jangan menutup mata dengan kasus ini
“Salah satu kader kami menjadi korban penikaman yang itu berpotensi akan mencederai semangat demokrasi dan persatuan di lingkungan kampus, serta berpotensi terjadinya traumatis pada kader kami yang melaksanakan perkuliahan “Ujarnya.
Awal menambahkan, kasus tersebut sudah kami laporkan kepada pihak Polres Kendari pasca kejadian penikaman
“Kami telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, dan kami akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas. “Ungkapnya.
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah itu, menghimbau dan menyerukan kepada seluruh elemen Mahasiswa untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kedamaian, serta kebersamaan.
“Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan akademik, kami berkomitmen untuk Mengawal dan terus terus menjadi motor penggerak perubahan yang konstruktif di kalangan mahasiswa, “Pungkasnya.
Untuk diketahui Peristiwa ini telah mendapat perhatian serius dari berbagai ketua organisasi internal dan eksternal Kampus, yang turut mengecam tindakan kekerasan tersebut.







Komentar