Sukses Gelar Diksar Ke-VIII, Ketua Umum OASIS Sultra Harap Kader Baru Menjadi Pribadi Yang Adaptif

Kendari, Sultraupdate.id – Organisasi Akademisi Mahasiswa Islam (OASIS) Sulawesi Tenggara (Sultra) sukses menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) yang bertempat di Permandian Boro-Boro, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Minggu (22/12/2024).

Diketahui, kegiatan tersebut berlangsung mulai tanggal 20 hingga 22 Desember 2024 dan diikuti oleh 31 peserta.

 

Oasis Sultra mengangkat tema “Rekonstruksi Sense of Belonging Menuju Organisasi yang Berjiwa Adaptif” dalam kegiatan ini.

Sementara itu, Ketua Umum OASIS Sultra, Awal Hidayat, menyampaikan bahwa tema ini dipilih untuk menjawab tantangan zaman yang semakin berkembang pesat, khususnya dalam hal sosial, budaya, dan teknologi. Menurutnya, organisasi harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Dengan tema Rekonstruksi Sense of Belonging Menuju Organisasi yang Berjiwa Adaptif, kami ingin menyiapkan organisasi yang tidak hanya memiliki rasa kepemilikan yang tinggi, tetapi juga mampu membawa perubahan dalam menghadapi perkembangan sosial, budaya, dan teknologi yang terus berkembang pesat di Sulawesi Tenggara,” ujarnya pada Senin (23/12/2024).

BACA JUGA :  Polres Konut Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun 2022, Berikut Capaiannya

Dirinya juga berharap bahwa melalui Diksar ini, para anggota OASIS tidak hanya akan merasa memiliki organisasi, tetapi juga menjadi pribadi yang adaptif dan solutif dalam menghadapi dinamika kehidupan bermahasiswa dan bermasyarakat.

“Kami berharap para anggota tidak hanya memiliki rasa kepemilikan yang tinggi terhadap organisasi, tetapi juga dapat menjadi pribadi yang adaptif dan solutif dalam menghadapi tantangan yang ada, baik di kehidupan mahasiswa maupun masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan Diksar ini mencakup berbagai materi dan pelatihan, antara lain manajemen aksi, manajemen internal, pencegahan kekerasan seksual, filsafat, serta pengembangan keterampilan kepemimpinan. Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan konsep adaptabilitas dalam organisasi.

BACA JUGA :  Pasca di Lantik, 32 Anggota DPRD Konsel Segera Susun Tatib dan Bentuk AKD

“Melalui pelatihan-pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kemampuan anggota dalam menghadapi tantangan dan perubahan. Salah satunya adalah pengenalan tentang konsep adaptabilitas dalam organisasi yang sangat penting di tengah perubahan yang cepat,” Ucapnya.

Di akhir acara kata dia, peserta juga diajak untuk berdiskusi mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan, khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara.

“Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai peran mahasiswa sebagai agen perubahan, yang diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perkembangan Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.

Komentar