Desa Tetelupai Menyemai Harapan: Padi Gogoh Jadi Simbol Kedaulatan Pangan di Konawe Utara

Konawe Utara. Sultraupdate. Id– Di tengah bayang-bayang perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global, secercah harapan tumbuh dari Desa Tetelupai, Kecamatan Lasolo. Tak sekadar menggenggam cangkul dan benih, warga desa ini menanam sesuatu yang jauh lebih besar: kedaulatan pangan.

Langkah ini diwujudkan lewat penanaman perdana padi gogoh varietas lokal yang tangguh dan cepat panen di atas lahan tadah hujan. Penanaman dilakukan secara simbolis di perkebunan desa, disaksikan oleh Camat Lasolo, Samsul, Sekcam Irsan, dan para kepala desa dari wilayah sekitar. Kehadiran mereka bukan hanya seremoni, melainkan bentuk nyata dukungan dari pemerintah kecamatan hingga kabupaten.

Gerakan ini sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita: memperkuat ketahanan pangan nasional dari desa, oleh rakyat.

“Kita ingin Desa Tetelupai menjadi salah satu lumbung pangan Konawe Utara. Ini bukan hanya kebijakan, tapi gerakan bersama untuk menjadikan pangan sebagai fondasi masa depan daerah,” ujar Camat Samsul, dengan nada optimis. Rabu, 30 Juli 2025.

BACA JUGA :  Ketua Bhayangkari Cabang Konawe Utara Bersama Pengurus Kunjungi Pospam Wiwirano

Pemerintah daerah menaruh harapan besar pada program ini. Selain mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar, penanaman padi lokal juga diharapkan menjadi jawaban atas fluktuasi harga dan ancaman krisis iklim.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga Presidium KAHMI Konut menyatakan, “Program seperti ini tidak bisa berhenti di satu titik. Ia harus hidup dan membumi di tengah masyarakat. Dan Lasolo siap menjadi ladang harapan itu.”

Namun, makna terbesar dari gerakan ini justru datang dari masyarakat desa itu sendiri. Asmudin Moita, Kepala Desa Tetelupai sekaligus Ketua APDESI Konut, menyampaikan dengan lantang bahwa ini bukan soal proyek atau pencitraan. Ini adalah kebangkitan jati diri.

BACA JUGA :  89 Konasara Racing TeamTampil Garang di Enduro Race Walikota Cup, Bupati Ikbar Dorong Konawe Utara Jadi "Kiblat" Pembalap Motor di Bumi Anoa

“Penanaman padi gogoh ini bukan seremoni semata. Ini adalah gerakan hati dari masyarakat desa yang ingin kembali pada akar bertani, memberi makan keluarga, dan berkontribusi untuk negeri. Dua hektare lahan kami tanami padi gogoh. Dalam waktu dekat, 1,5 hektare juga akan ditanami jagung,” jelasnya penuh semangat.

Asmudin pun menyerukan kepada desa-desa lain agar menjadikan pertanian sebagai poros pembangunan sejati.

“Kedaulatan pangan tidak lahir dari ruang rapat, tapi dari ladang. Dari tangan-tangan petani yang setiap hari berjibaku dengan tanah, air, dan harapan. Dan hari ini, Desa Tetelupai membuktikan bahwa cita-cita besar bangsa sedang disemai dari bawah,” tegasnya.

Dengan menanam padi, warga Tetelupai tengah menulis babak baru perlawanan terhadap ketergantungan. Mereka sedang menumbuhkan harapan yang akan dipanen oleh generasi berikutnya.

Komentar