Bupati Ikbar Percepat Pendataan Pekebun Sawit, Dorong Legalitas STDB Dan Sertifikasi ISPO di Konawe Utara

KONAWE UTARA. Sultraupdate. Id– Bupati Konawe Utara, Dr. H. Ikbar, S.H., M.H., secara resmi membuka Workshop Multistakeholder Sawit Berkelanjutan yang dirangkaikan dengan kegiatan percepatan pendataan pekebun kelapa sawit untuk penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), di Aula Kantor Baperidda Kabupaten Konawe Utara, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Konawe Utara Herman Sewani, S.H., Ketua beserta jajaran Serikat Petani Kelapa Sawit Nasional (SPKS), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Konawe Utara, serta para kepala desa se-Kabupaten Konawe Utara.

Dalam sambutannya, Bupati Ikbar menegaskan bahwa percepatan pendataan pekebun kelapa sawit merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola perkebunan yang berkelanjutan sesuai ketentuan pemerintah, termasuk mendukung implementasi Peraturan Menteri Pertanian terkait penyelenggaraan sertifikasi ISPO.

Menurutnya, pendataan tidak hanya sebatas memenuhi administrasi, tetapi menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan sektor perkebunan. Data yang akurat akan memuat identitas petani, lokasi kebun, luas lahan, status lahan, asal tanaman hingga potensi produksi yang dimiliki.

BACA JUGA :  Mentan RI Andi Amran Sulaiman Beri Bantuan Bibit Dan Peralatan Pertanian Masyarakat Konut

“Ke depan kita membutuhkan data yang benar-benar valid. Jangan sampai ada petani yang memiliki beberapa bidang lahan tercatat ganda, sementara petani lain justru belum terdata sama sekali. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada petani,” tegas Ikbar.

Ia juga mengingatkan pentingnya validitas data penerima bantuan pemerintah di sektor perkebunan. Menurutnya, pemerintah desa bersama instansi terkait harus memastikan seluruh data calon penerima bantuan sesuai dengan kondisi di lapangan agar penyaluran bibit maupun program pemberdayaan lainnya tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan.

“Data yang valid akan memudahkan pemerintah dalam memberikan pembinaan, bantuan, akses pembiayaan, hingga berbagai program pengembangan bagi petani sawit,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pendataan pekebun sawit. Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA :  Damkar Konut Minta Pemahaman Publik: “Bergerak Salah, Tak Bergerak Juga Disalahkan”

Ia berharap berbagai persoalan yang masih dihadapi petani, termasuk terkait status kawasan hutan, dapat menjadi perhatian bersama tanpa menghambat upaya peningkatan kesejahteraan petani.

“Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang sangat potensial. Karena itu, petani harus mendapatkan perhatian, pembinaan, dan kepastian agar dapat terus meningkatkan produktivitas dan taraf hidupnya,” kata Herman.

Melalui workshop tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap proses pendataan untuk penerbitan STDB dan sertifikasi ISPO dapat berjalan optimal.

Selain memperkuat legalitas usaha pekebun, langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk kelapa sawit, membuka akses terhadap berbagai program pemerintah, serta mendorong terwujudnya industri sawit yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe Utara.

Komentar