KONAWE SELATAN. Sultraupdate.id-Sebanyak 131 siswa dan satu balita di Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban dilarikan ke Puskesmas Motaha untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah siswa dan orang tua pada Rabu (14/10/2026), para korban mulai merasakan gejala berupa sakit perut, mual, diare, dan pusing sejak Selasa malam hingga Rabu pagi. Keluhan tersebut muncul setelah mereka mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan pada Selasa siang dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Angata yang berlokasi di Desa Puao.
Adapun satuan pendidikan yang dilaporkan terdampak meliputi SDN 1 Angata, SDN 3 Angata, SDN 4 Angata, SDN 12 Angata, SMPN 7 Konawe Selatan, dan SMAN 10 Konawe Selatan.
Salah seorang petugas medis Puskesmas Motaha menyebutkan, para korban mulai berdatangan sekitar pukul 09.01 Wita hingga pukul 14.00 Wita dengan keluhan yang relatif sama. Selain sakit perut, mual, diare, dan pusing, sejumlah korban juga dilaporkan mengalami sesak napas.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit membenarkan adanya kejadian tersebut.
Pada waktu bersamaan, tim dari Dinas Kesehatan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG yang bersangkutan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim disebut menemukan sejumlah aspek pelaksanaan dan proses yang diduga belum sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan.
Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala SPPG Sulawesi Tenggara, Mulyadi, yang mewakili Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa, balita, dan orang tua yang terdampak.
Sebagai langkah awal, pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara operasional SPPG Kecamatan Angata yang berlokasi di Desa Puao.
Mulyadi juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung oleh BGN. Selain itu, pihaknya akan melakukan penangguhan operasional sementara disertai asesmen atau evaluasi terhadap pelaksanaan layanan SPPG tersebut.
Ia menambahkan, apabila hasil evaluasi menemukan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap SOP, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merekomendasikan penutupan SPPG secara permanen.
Kejadian ini menjadi perhatian serius terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam memastikan keamanan pangan, kebersihan proses pengolahan, serta kualitas makanan yang didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi anak-anak dapat berjalan dengan aman.







Komentar