Bupati Konawe Utara Resmi Buka Pelatihan Coretax: Dorong Transparansi Pajak Desa

SULTRA. Sultraupdate. Id- Era digital dalam tata kelola keuangan desa resmi dimulai! Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, S.H., M.H, secara resmi membuka Pelatihan Sistem Coretax yang diikuti oleh ratusan aparatur desa se-Kabupaten Konut, pada Minggu (15/09/2025) di sebuah hotel di Kota Kendari.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Konut dalam menyiapkan aparatur desa menghadapi transformasi digital di bidang perpajakan. Kegiatan ini digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Konut, dipimpin langsung oleh Kepala Dinas DPMD, Ir. Dedeng Desriadi, A, S.T., M.M., IPM, ASEAN.Eng, dan didampingi Sekretaris DPMD, Amir Mahmud Moita, S.Sos., M.M.

Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mereka datang dari berbagai kecamatan, mulai dari camat, kepala desa, hingga bendahara desa, untuk belajar langsung tentang sistem perpajakan modern berbasis digital.

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Utara. H. Ikbar, S.H.,M.H menegaskan, bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar benar-benar serius menyerap materi dan mengaplikasikannya di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, saya berharap seluruh peserta tidak hanya sekadar hadir, tetapi benar-benar memahami materi yang disampaikan. Ilmu yang diperoleh harus diaplikasikan di desa masing-masing, sehingga bisa memberi manfaat nyata bagi pembangunan desa,” tegas Bupati.

BACA JUGA :  Bupati Konut, H. Ruksamin Bantu Mahasiswa KKN IAIN Kendari 5 Juta Tiap Posko

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya kesiapan aparatur desa dalam menghadapi perubahan regulasi.

“Pengelolaan keuangan desa membutuhkan keterampilan khusus dan pemahaman regulasi yang selalu berkembang,” katanya.

Pemkab Konut, menurutnya, akan terus hadir mendampingi aparatur desa melalui fungsi pengawasan dan pembinaan.

“Pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Kita akan pastikan desa-desa kita siap menerapkan sistem ini dengan baik,” ujarnya mantap.

Mantan Ketua DPRD Konut juga menyinggung pentingnya pemahaman terhadap dua regulasi utama, yakni Perpres No. 40 Tahun 2018 tentang pembaruan sistem perpajakan, dan Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan desa.

“Regulasi ini harus dipahami agar tidak ada kesalahan dalam tata kelola keuangan desa,” pungkasnya.

Coretax: Inovasi Perpajakan Desa di Era Digital

Sesi materi diisi oleh Kepala Kantor Pajak Pratama Sultra, Kalvin Pangaribuan, yang memperkenalkan sistem Coretax sebagai wajah baru manajemen perpajakan di tingkat desa.

“Coretax adalah inovasi baru yang dirancang Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menggantikan sistem aplikasi sebelumnya,” jelas Kalvin.

Ia menyebut Coretax akan menyederhanakan proses pelaporan pajak desa dan meningkatkan efisiensi kinerja aparatur.

BACA JUGA :  Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Ketua KPU Konsel Ajak Semua Pihak Kawal Sampai Tuntas

“Dengan Coretax, proses administrasi perpajakan bisa dilakukan lebih cepat, tepat, dan minim kesalahan. Ini sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola keuangan desa yang lebih baik,” tambahnya.

Sistem ini dinilai akan memperkuat transparansi dan akuntabilitas keuangan desa yang selama ini menjadi sorotan publik.

Pelatihan ini dibagi dalam dua gelombang, masing-masing berlangsung selama tiga hari:

Gelombang pertama melibatkan tujuh kecamatan: Motui, Sawa, Lembo, Wawolesea, Lasolo, Molawe, dan Lasolo Kepulauan.

Gelombang kedua akan diikuti kecamatan: Andowia, Asera, Oheo, Langgikima, Landawe, dan Wiwirano.

Tak hanya teori, peserta juga akan terlibat langsung dalam praktik penggunaan aplikasi Coretax, dibimbing oleh narasumber dari Direktorat Jenderal Pajak, DPMD, dan praktisi keuangan.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Konawe Utara berharap lahir aparatur desa yang melek teknologi, profesional, dan mampu mengelola pajak secara tertib dan transparan. Sistem Coretax diyakini menjadi pijakan awal menuju digitalisasi penuh dalam sistem keuangan desa.

“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini adalah lompatan besar menuju masa depan tata kelola desa yang lebih modern,” tutup Bupati Ikbar penuh optimisme.

Komentar