Konsel. Sultraupdate. id- Di sebuah desa kecil bernama Puuroe, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan, semangat belajar tumbuh di tengah kesederhanaan. Dari sanalah Kadek Artika Yulia, siswi kelas IX SMP Negeri Satap 4 Konawe Selatan, menorehkan prestasi yang melampaui batas desa dan daerahnya
Saat sebagian besar pelajar menghabiskan libur akhir tahun dengan bermain atau beristirahat, Kadek memilih jalan berbeda. Ia mengisi waktu liburnya dengan mengikuti Olimpiade Sains Indonesia (OSI) 2025, sebuah kompetisi akademik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh lembaga SAINTECH pada Desember 2025 lalu.
Berbekal semangat dan ketekunan, Kadek mengikuti perlombaan secara daring dari rumahnya. Ia harus bersaing dengan peserta dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Namun, keterbatasan jarak dan fasilitas tak menyurutkan tekadnya. Hasilnya pun membanggakan: dua medali emas dan tiga medali perunggu berhasil ia raih dari bidang Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pengetahuan Umum, dan Sejarah.
Prestasi tersebut bahkan di luar dugaan Kadek sendiri. Baginya, mengikuti OSI awalnya hanyalah cara sederhana untuk memanfaatkan waktu luang.
Bukan kali pertama Kadek mencatatkan prestasi akademik. Sebelumnya, ia juga kerap menjuarai Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat kabupaten. Ketekunannya dalam belajar perlahan membuahkan hasil, sekaligus menjadikannya salah satu siswa berprestasi di sekolahnya.

Di balik pencapaian itu, ada dukungan besar dari keluarga. Kadek merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Didikan disiplin dan dorongan untuk mencintai ilmu pengetahuan dari kedua orang tuanya menjadi pondasi kuat dalam perjalanan akademiknya.
“Semua yang saya capai ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan sekolah. Mereka selalu mendukung dan percaya pada saya,” ujarnya penuh haru.
Kadek dikenal gemar membaca dan menulis. Kebiasaan itu membuatnya sering tenggelam dalam buku, bahkan terkadang lupa bermain seperti anak seusianya. Dari halaman demi halaman buku yang ia baca, tumbuh cita-cita besar dalam dirinya: menjadi seorang dosen.
Selepas lulus SMP nanti, Kadek bercita-cita melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 1 Kendari melalui jalur beasiswa. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan agar mimpinya tidak terhenti di bangku SMP.
Bagi Kadek, prestasi bukan sekadar medali. Ia ingin keberhasilannya menjadi penyemangat bagi teman-teman sebayanya, khususnya siswa-siswi SMP Negeri Satap 4 Konawe Selatan, bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Dari Desa Puuroe, Kadek Artika Yulia membuktikan bahwa dengan tekad, disiplin, dan cinta pada ilmu pengetahuan, mimpi setinggi apa pun bisa mulai dirajut, bahkan dari tempat yang paling sederhana.







Komentar