SD-SMP Negeri Satap 4 Konawe Selatan Butuh Perbaikan, Siswa Belajar di Bangunan Rawan Runtuh

Konawe Selatan. Sultraupdate. Id– Di balik semangat belajar para siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SD-SMPN) Satap 4 Konawe Selatan, tersimpan kekhawatiran yang terus membayangi. Proses belajar mengajar di sekolah yang berada di pelosok desa ini berlangsung di tengah kondisi bangunan yang kian rapuh dan mengancam keselamatan.

Sejumlah fasilitas utama sekolah mengalami kerusakan berat. Plafon bolong, rangka plafon lapuk, atap bocor, pondasi dan dinding gedung yang retak, hingga penyangga atap yang ikut melapuk menjadi pemandangan yang tak terpisahkan dari aktivitas sekolah sehari-hari. Ketika hujan deras turun, air mengalir masuk ke ruang kelas dan menggenangi lantai, memaksa siswa belajar dalam kondisi yang jauh dari kata layak.

Kerusakan tersebut bukanlah persoalan baru. Kondisi bangunan yang memprihatinkan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa perbaikan menyeluruh. Hampir seluruh ruang kelas mengalami kerusakan, dengan plafon sebagai bagian yang paling parah. Beberapa bagian plafon tampak bolong, sementara rangka kayu penyangga yang sudah lapuk memicu kekhawatiran akan runtuh sewaktu-waktu.

Keadaan ini membuat para orang tua murid tidak tinggal diam. Rifqah Hasrad, salah seorang wali murid, menyuarakan harapan besar agar pemerintah segera mengambil tindakan demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak mereka.

BACA JUGA :  KPU Konut Mulai Buka Pendaftaran PPS Untuk Pilkada

“Sebagai wali murid, kami berharap gedung sekolah segera diperbaiki. Anak-anak perlu belajar di tempat yang layak agar bisa fokus dan nyaman,” ujar Rifqah dengan penuh harap.

Kepala Sekolah SD-SMP Negeri Satap 4 Konawe Selatan, Muhammad Ashari, turut merasakan kegelisahan yang sama. Ia mengaku prihatin melihat para murid harus belajar dalam kondisi gedung yang tidak nyaman dan penuh risiko. Kekhawatiran akan tertimpanya siswa oleh reruntuhan plafon akibat rangka yang lapuk menjadi beban tersendiri bagi pihak sekolah.

Upaya perbaikan ringan memang telah dilakukan, namun kondisi bangunan bagian atas, terutama atap dan rangka kayu, dinilai sudah terlalu rapuh. Bahkan, menurut Ashari, tidak ada lagi tukang yang berani naik ke atap untuk melakukan perbaikan karena takut terjatuh.

Selain melakukan perbaikan seadanya, pihak sekolah juga telah menjalin koordinasi dengan dinas terkait untuk melaporkan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan serius.

“Kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada dinas pendidikan dan berharap agar perbaikan bisa segera dilakukan. Semoga tahun ini ada anggaran yang cukup untuk memperbaiki bangunan sekolah,” ujar Ashari.

BACA JUGA :  Ombudsman RI Berikan Penghargaan Kepada Pemda Konawe Utara Atas Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2024

Meski berada dalam kondisi yang jauh dari ideal, semangat belajar para siswa tidak surut. Ashari menegaskan bahwa pihak sekolah tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Kerusakan memang hampir merata di setiap kelas, namun kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dalam proses belajar mengajar,” tambah Ashari.

Harapan besar kini disematkan pada program revitalisasi melalui program Afirmasi, yang merupakan salah satu program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pihak sekolah berharap SMPN 4 Konawe Selatan dapat segera masuk dalam program tersebut agar proses belajar mengajar dapat berlangsung di lingkungan yang aman dan layak.

Diketahui, gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) dan perpustakaan SMPN 4 Konawe Selatan dibangun sejak tahun 2008 dan 2010. Dengan usia bangunan yang kini mencapai 15 hingga 17 tahun, kondisi fisik sekolah dinilai sudah sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

 

 

 

 

Komentar