BPS Konawe Utara Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Ribuan Pelaku Usaha Akan Didata

Konawe Utara. Sultraupdate. id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Konawe Utara bersiap melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan berlangsung mulai bulan Mei hingga Agustus 2026. Agenda kegiatan berskala nasional digelar setiap sepuluh tahun sekali ini akan menyasar seluruh wilayah Indonesia, termasuk hingga ke tingkat RT/RW di Kabupaten Konawe Utara.

Kepala BPS Kabupaten Konawe Utara, Muhamad Kadarsah, S.P., mengatakan bahwa sensus ini bertujuan untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi sebagai landasan bagi penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional, terkhusus di wilayah Kabupaten Konawe Utara terkait sektor Usaha Non-Pertanian.

Lebih jauh pihaknya menerangkan, Sensus Ekonomi 2026 akan menjangkau berbagai jenis usaha, mulai dari pedagang kaki lima, UMKM atau usaha rumahan, hingga perusahaan besar yang beroperasi baik secara online maupun offline.

“Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan di seluruh RT/RW se-Kabupaten Konawe Utara mulai bulan Mei hingga Agustus 2026,” ungkap Muhamad Kadarsah saat di temui diruang kerjanya. Rabu, (11/3/2026)

Dalam pendataan tersebut, semua sektor usaha akan menjadi fokus, di antaranya Perusahaan/usaha di sektor industri, perdagangan, jasa, pertambangan, konstruksi, hingga pariwisata. Berbagai informasi penting akan dikumpulkan oleh petugas, seperti profil usaha, karakteristik usaha, omzet, hingga kondisi permodalan.

BACA JUGA :  Peduli UMKM, Anton Timbang Diganjar Penghargaan

Muhamad Kadarsah menjelaskan, berdasarkan data dari BPS pusat, jumlah pelaku usaha yang akan menjadi target pendataan di Kabupaten Konawe Utara diperkirakan mencapai sekitar 14 ribu pelaku usaha. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan data pelaku usaha pada Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) yang sebelumnya mencatat sekitar 7 ribu lebih pelaku usaha.

Meski demikian, BPS Konawe Utara masih melakukan Ground Check Keberadaan Perusahaan/Usaha hingga 31 Maret 2026 untuk memastikan apakah perusahaan/ usaha tersebut masih aktif atau sudah tidak beroperasi lagi.

“Pelaku usaha di Konawe Utara ini, jujur saja, ada juga perusahaan yang sudah tidak aktif atau tidak lagi berkegiatan,” jelasnya.

Untuk menyukseskan pelaksanaan sensus tersebut, BPS sebelumnya telah melakukan proses rekrutmen petugas atau mitra kerja pada awal tahun 2026 melalui aplikasi SOBAT. Seluruh petugas yang akan terlibat dalam kegiatan pendataan diwajibkan terdaftar dalam aplikasi tersebut.

“Petugas yang nantinya akan bertugas adalah mereka yang sudah terdaftar dalam Aplikasi mitra kami yang bernama Aplikasi SOBAT. Semua petugas yang akan terlibat dalam kegiatan Sensus Ekonomi harus terdaftar pada Aplikasi tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Gubernur Ridwan Kamil Terima Putri Indonesia di Gedung Pakuan

Saat ini BPS Konawe Utara juga masih menunggu arahan dari BPS pusat terkait dukungan Pemerintah Daerah guna memastikan pelaksanaan sensus berjalan lancar.

“Karena ini merupakan kegiatan nasional, tentu diperlukan dukungan dari Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Kami juga akan berkoordinasi terkait dukungan Pemerintah Daerah dan arahan ke seluruh stakeholder untuk mendukung penuh kegiatan SE 2026 baik berupa Surat Dukungan maupun dalam bentuk video testimoni penyambutan program ini,” tuturnya.

Melalui kegiatan Sensus Ekonomi 2026, Kepala BPS Kabupaten Konawe Utara juga mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan kepada petugas sensus.

Pendataan nantinya akan dilakukan secara door to door oleh petugas resmi yang dilengkapi dengan atribut sensus serta tanda pengenal atau ID card resmi.

Kepala BPS Kabupaten Konawe Utara menghimbau agar masyarakat dan pelaku usaha dapat memberikan data yang akurat dan memastikan petugas yang datang merupakan petugas resmi dari BPS.

Komentar