Pemda Konsel Beri Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Pencabulan di Rumah Pribadi Bupati

Kendari, Sultraupdate.id  – Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui Kepala Bagian Umum Setda Konsel, Ibu SINARTIN MUSUMA, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pencabulan yang disebut terjadi di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan.

Sebelumnya Sinartin Musuma menyayangkan kejadian tersebut yang menimpa korban tetapi tak lupa juga ia menegaskan bahwa perempuan berinisial SA yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya bukan merupakan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman pribadi Bupati Konawe Selatan.

“Yang bersangkutan sebelumnya memang pernah datang dengan maksud meminta pekerjaan, namun tidak diterima untuk bekerja di rumah tersebut dikarenakan saat ini dirumah pribadi bupati konsel tidak sedang membutuhkan tambahan ART ,” ujar Sinartin.

Ia menjelaskan, karena merasa iba, istri Bupati Konawe Selatan sempat memberikan bantuan uang transportasi sebesar Rp200 ribu kepada yang bersangkutan agar dapat kembali ke rumahnya. Namun setelah itu, perempuan tersebut diketahui tidak langsung kembali ke daerah asalnya.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa yang bersangkutan diketahui baru beberapa hari berada di lingkungan rumah tersebut dan bukan bagian dari tenaga kerja maupun staf rumah tangga tetap di kediaman pribadi Bupati Konawe Selatan.

BACA JUGA :  Rektor IAIN Kendari Berharap 434 Mahasiswa Yang Diwisuda Dapat Menciptakan Lapangan Kerja Bagi Masyarakat

Selain itu, Sinartin juga menyampaikan bahwa Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, pada saat peristiwa yang diberitakan terjadi, sedang berada di Jakarta dalam agenda resmi pemerintahan bersama DPRD Konawe Selatan terkait kunjungan ke BAKTI Komdigi RI guna mendorong penuntasan blank spot internet di wilayah Konawe Selatan.

“Sementara itu, Ibu Bupati saat itu berada di rumah jabatan Kabupaten Konawe Selatan, bukan di lokasi yang diberitakan,” jelasnya.

Terkait sosok pria berinisial C yang disebut dalam pemberitaan, Sinartin menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan petugas keamanan resmi yang bertugas di rumah pribadi Bupati Konawe Selatan maupun bagian dari unsur pengamanan Pemerintah Daerah Konawe Selatan.

“Perlu kami luruskan bahwa yang bersangkutan bukan petugas keamanan rumah pribadi bupati. Ia juga bukan bagian dari personel pengamanan resmi pemerintah daerah,” katanya.

BACA JUGA :  Kadin Sultra Dorong Peningkatan UMKM Di Kota Kendari

Menurut Sinartin, kondisi lingkungan di sekitar lokasi yang diberitakan juga menjadi perhatian karena tidak jauh dari kamar tempat perempuan tersebut berada terdapat pos penjagaan Satpol PP di lantai satu. Selain itu, tepat di belakang kamar tersebut juga terdapat pos keamanan Security Pertamina Ade Taksi yang aktif digunakan untuk berjaga.

“Dengan kondisi lingkungan yang cukup dekat dengan area penjagaan tersebut, tentunya semua pihak perlu menunggu hasil penyelidikan aparat kepolisian secara utuh dan objektif agar seluruh fakta dapat terungkap dengan terang,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat kepolisian dan mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta tidak membangun opini yang dapat merugikan pihak tertentu sebelum adanya kepastian hukum.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mendukung aparat kepolisian dalam mengusut persoalan ini secara objektif dan profesional,” tutup Sinartin.

Komentar