Klarifikasi IAI Rawa Aopa Soal Biaya Ujian dan Sistem Penerimaan Mahasiswa

Konawe Selatan. Sultraupdate. Id– Keluhan sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa bersama orang tua mahasiswa terkait dugaan pembebanan biaya sebesar Rp20.000 per mata kuliah saat pelaksanaan ujian akhir semester, serta adanya mahasiswa yang dinilai masuk tanpa melalui prosedur resmi, menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan mahasiswa, orang tua, hingga masyarakat Konawe Selatan, khususnya di Kecamatan Angata.

Menanggapi hal tersebut, Pendiri Yayasan IAI Rawa Aopa, Bapak Al Asri, S.Pd., M.Si, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar. Hal itu disampaikannya saat dikonfirmasi langsung di Kampus IAI Rawa Aopa pada Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, pembebanan biaya kepada mahasiswa bukan sebesar Rp20.000 per mata kuliah, melainkan hanya Rp10.000 per mata kuliah yang dibayarkan pada setiap pelaksanaan ujian akhir semester.

BACA JUGA :  Dari Konawe Selatan ke Mancanegara: IAI Rawa Aopa Hadirkan Beasiswa dan Program Internasional

“Biaya yang dibebankan kepada mahasiswa hanya Rp10.000 per mata kuliah, bukan Rp20.000. Dana tersebut digunakan untuk keperluan pembuatan soal ujian, transportasi, serta konsumsi dosen selama proses ujian berlangsung,” jelas Al Asri.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem ujian akhir semester di IAI Rawa Aopa memiliki perbedaan dengan kampus lain pada umumnya. Seluruh ujian dilaksanakan dalam satu hari penuh, menyesuaikan dengan jumlah mata kuliah yang diambil mahasiswa pada semester berjalan.

Terkait adanya mahasiswa yang masuk di tengah semester, Al Asri menerangkan bahwa mahasiswa tersebut merupakan bagian dari kelas hybrid. Kelas ini dikhususkan bagi mahasiswa yang telah bekerja maupun yang sudah berkeluarga.

“Mahasiswa yang masuk di pertengahan semester itu adalah mahasiswa kelas hybrid. Perkuliahan mereka dilaksanakan dua kali dalam seminggu melalui Zoom atau sistem online,” ujarnya.

BACA JUGA :  Dinas Ketapang Konut Gelar Gerakan Pangan Murah, Upaya Tanggap Hadapi Lonjakan Harga Jelang Idul Fitri

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen kampus dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya, sekaligus mendukung program Bupati Konawe Selatan terkait UKT Gratis.

Di akhir wawancara, Al Asri menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diterapkan oleh pihak kampus berorientasi pada kemudahan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat Konawe Selatan.

“Kebijakan ini semata-mata untuk memudahkan siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Bahkan biaya administrasi masuk kampus pun bisa dibayar secara cicilan. Kami ingin pendidikan benar-benar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Komentar