Kendari, Sultraupdate.id – Menteri Agama RI (Menag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA resmi melantik dan mengambil sumpah Prof. Dr. H. Husain Insawan, M.Ag sebagai Rektor Universitas Negeri Islam (UIN) Kendari di Operation Room Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa, (15/9/2026).
Pelantikan Prof. Husain sebagai Rektor UIN Kendari setelah IAIN Kendari beralih bentuk menjadi UIN Kendari sesuai Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2026. Transformasi menjadi UIN Kendari merupakan puncak capaian tertinggi secara kelembagaan karena tidak ada lagi level di atasnya. Transformasi ini merupakan hasil dari proses panjang yang telah ditempuh selama beberapa tahun.
Hal ini senada dengan sambutan Menteri Agama bahwa PTKIN itu ketika masih menjadi STAIN dianalogikan seperti luasnya danau, sedangkan kalau masih jadi IAIN, maka luasnya seperti sungai, tapi kalau sudah menjadi UIN, maka luasnya seperti samudera. Menteri juga mengharapkan agar UIN Kendari bisa bermanuver dengan cara bekerjasama melalui pemerintah daerah untuk menyelenggarakan program studi umum yang menunjang kemajuan UIN Kendari.
“Alhamdulillah amanah dan tanggungjawab besar telah diberikan Menteri Agama kepada kami dan kami akan menjalankan amanah ini secara baik dan maksimal. Ke depan UIN Kendari akan mewujudkan diri sebagai kampus yang menjadi episentrum integrasi ilmu agama dan sains, menguatkan legitimasi dan rekognisi kelembagaan, meningkatkan mutu dan kualifikasi sumber daya manusia, meningkatkan sitasi dan reputasi jurnal ilmiah, melakukan beautifikasi kampus, penguatan budaya akademik, dan mendorong inovasi untuk mewujudkan daya saing,” ungkapnya.
Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini dikenal sebagai sosok akademisi yang meniti karier dari bawah. Mulai dari Kaprodi, Sekjur, Kajur, Puket, Waket, Penjabat Dekan, hingga Warek. Masa remaja hingga dewasa Prof. Husain tak banyak dihabiskan untuk bermain. Dia menyibukkan diri dengan belajar dan bekerja. Lepas bersekolah ia bergegas menjual jagung rebus yang telah disiapkan oleh orangtuanya.
Tak hanya menjual jagung rebus, Prof. Husain juga sempat menjadi pekerja serabutan, buruh pelabuhan dan buruh panggul di pasar, bahkan menjadi kondektur pete-pete untuk membantu ekonomi keluarga yang penuh keterbatasan. Keteguhan hati, kesabaran jiwa dan kepasrahan penuh kepada Sang Ilahi membuat dirinya tumbuh menjadi sosok yang teguh dan tangguh.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Prof. Husain belajar tentang ketekunan, kemandirian, kerja keras, serta bagaimana membangun komunikasi dan kepercayaan dengan para stakeholders. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi modal dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi.
Perjalanan panjang itu mengantarkan Prof. Husain hingga dipercaya memimpin IAIN Kendari dan mengajukan peralihan bentuk kelembagaan menjadi UIN Kendari. Saat peralihan bentuk dari STAIN menjadi IAIN Kendari pun, ia didapuk untuk menjadi Ketua Tim mengingat posisinya sebagai Wakil Ketua I STAIN Kendari yang mempersiapkan proposal dan dokumen pendukung lainnya guna mewujudkan peralihan bentuk menjadi IAIN Kendari.
Usai dilantik menjadi Rektor UIN Kendari Prof. Husain berkomitmen akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Menurutnya, kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang berada di dalamnya.
“Kita ingin membangun ekosistem akademik yang sehat. Dosen harus terus berkembang, mahasiswa harus diberikan ruang untuk berinovasi dan berprestasi, sementara tenaga kependidikan harus mendapatkan dukungan untuk meningkatkan profesionalismenya,” ungkapnya.
Prof. Husain juga mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama mengembangkan dan memajukan UIN Kendari sesuai dengan peran masing-masing karena kampus ini adalah rumah besar bagi kita semua. Mari kita ciptakan iklim akademik yang sejuk dan mencerahkan, sehingga terbina silaturahmi dan persaudaraan yang kokoh.
Untuk diketahui, pelantikan Prof. Husain Insawan sebagai Rektor UIN Kendari bersamaan dengan pelantikan Direktur Jenderal (Dirjen) Pesantren dan tiga pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) lainnya diantaranya Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ahmad Faisal, M.Ag. sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo dan Dr. Li. Edi Ramawijaya Putra, M.Pd. sebagai Rektor Institut Agama Buddha Negeri Sriwijaya Tangerang.







Komentar