Kendari, Sultraupdate.id – Insiden penembakan yang terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, di lokasi tambang ilegal Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, mendapat respon dari Presiden Mahasiswa IAIN Kendari Periode 2026-2027 sebagaimana dikonfirmasi oleh Polres Bombana, diduga melibatkan empat oknum anggota Brimob Resimen Dua yang sedang menjalankan tugas BKO di Sulawesi Tenggara.
Peristiwa ini, bukanlah peristiwa kriminal yang berdiri sendiri. Ia merupakan alarm keras bagi nurani kemanusiaan sekaligus ujian serius terhadap komitmen negara dalam menegakkan supremasi hukum secara adil dan bermartabat.
Presiden Mahasiswa IAIN Kendari Risdhawati saat diwawancarai menyampaikan apresiasi terhadap pihak institusi kepolisian atas langkah yang telah mengamankan para terduga pelaku dan menyerahkannya kepada Polda Sulawesi Tenggara melalui Bidpropam untuk diproses sesuai mekanisme hukum.
“Secara probadi mengapresiasi langkah institusi, proses ini tidak boleh berhenti sebatas prosedur internal. Publik berhak mengetahui bahwa hukum benar-benar ditegakkan, tanpa pandang seragam maupun jabatan.”Pintanya dengan tegas. Minggu, 11 Januari 2026
Terlepas dari apresiasi terhadap institusi saya Selaku Presiden Mahasiswa IAIN Kendari Dengan tegas mengecam keras segala bentuk kekerasan bersenjata yang merenggut rasa aman masyarakat, terlebih jika melibatkan aparat negara yang sejatinya hadir sebagai pelindung, bukan sumber ketakutan.
“Negara tidak boleh abai ketika nyawa manusia berada dalam posisi rentan, apa pun konteks dan latar belakang peristiwanya apapun alasan nya persoalan penembakan itu tidak dibenarkan.”Tegas Risdha
Kata Risdha, Peristiwa ini memperlihatkan ironi penegakan hukum yang kerap terjadi, aktivitas tambang ilegal yang berlangsung lama seolah dibiarkan, namun negara baru hadir ketika konflik telah mencapai titik kekerasan.
“Kehadiran yang terlambat dan berwatak koersif ini menunjukkan kegagalan negara dalam menjalankan fungsi pencegahan, sekaligus menandakan lemahnya pengawasan dan ketegasan sejak awal.” Ujarnya dengan nada Kesal
Lebih lanjut risdha, sangat memprihatinkan dugaan keterlibatan aparat dalam insiden ini mencederai prinsip dasar penegakan hukum itu sendiri sehingga Komandan Dankorbrimob Polri harus mengevaluasi kinerja pimpinan Brimob sultra.
“Atas dasar insiden yang terjadi selku presiden mahasiswa IAIN Kendari meminta kepada Komandan Korps Brimob Polri untuk mengevaluasi kinerja pimpinan brimob sultra kami saya menilai kinerja brimob hari ini tidak lagi pada prinsip mengayomi dan melayani,”Pintanya.
Di akhir Risdha menegaskan akan terus mengawal proses penegakan hukum terhadap insiden yang menumpahkan masyarakat kabupaten bombana yang di duga di tembaki oleh empat orang Anggota Brimob.
Oleh karena itu, kami mengecam keras tindakan penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat Brimob dalam peristiwa di kawasan tambang ilegal Bombana. Kecaman ini tidak hanya ditujukan pada tindakan kekerasan itu sendiri, tetapi juga pada lemahnya pengendalian. “pungkasnya.







Komentar